>
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juni 2011

Efek dua TOne dalam 1 foto

Efek dua TOne dalam 1 foto


Berhubung resources web ini sudah menipis.. jadi saya posting yang ringan-ringan aja.. :) yang penting ada ilmu yang keluar dari saya.. Mudah-mudahan Awal bulan Juni hosting nya sudah pindah, maunya sih jadi lebih baik dari sekarang..


Oke deh.. sekarang langsung aja ke tutorial…


Buka foto yang mau diedit..


duo tone 1


Duplikat layer background dengan menekan CTRL + J ( buat perbandingan aja nantinya )


duo tone 2


Klik add new fill and adjustment layer. pilih channel mixer


duo tone 3


Setting channel mixer nya.. Settingan di gambar gak mutlak yah.. semua tergantung dari pencahayaan dan warna foto. jadi sesuai selera aja.


duo tone 4


sekarang klik lagi add new fill and adjustment layer pilih selective Kolor color


duo tone 5


Setting selective color nya… sekali lagi, ini gak mutlak.. jadi harus dicoba-coba sendiri.. biar dapet gambar yang sesuai dengan selera


duo tone 6


Tekan ctrl + J untuk menduplikat layer 1 (gambar asli ) lalu pindahin jadi layer paling atas


duo tone 7


Buat kotak dengan rectangle marquee tool


duo tone 8


Klik select > Inverse lalu tekan delete atau Klik edit > CUT


duo tone 9


Klik kanan layer yang paling atas tadi ( layer gambar copy ) > blending Options


duo tone 10


Klik Image > Adjustment > Channel Mixer .. Setting seperti dibawah .. Saya mohon sekaliiiii lagi buat ngomong.. ini gak mutalk eh mutlak ( tuh jadi salah nulis ).. tergantung gambar nya yah..cari-cari sendiri style visual masing-masing.


duo tone 11


Hasilnya kayak begini :


duo tone 12


Selamat mencoba..


Kalo kurang jelas saya kasih videonya nih :






Artikel Efek dua TOne dalam 1 foto ini dipersembahkan oleh Tutorial Photoshop Gratis. Kunjungi Wallpaper, Font, Desktop Theme Gratis Pokoknya Serba Gratis. Baca Juga Adobe Photoshop Tutorials

Rabu, 18 November 2009

Photoshop Tips: Filter Effect Color Halftone


Open your photo in Photoshop and get to work by resizing it, copying it to a new document, or whatever you want to do with it

1. Colourise: Create a new layer (layer > new > layer) then get out the Gradient Tool. Using the gradient tool, add a very bright radial gradient onto your new layer, Try a few different layer modes and see which one looks best to You. You might also want to try a few different Solid Color fill layers, then mess with the settings for those, but this will be fine for now.
2. Shapes / Details: For this part of the tutorial you might want to hide the layer we previously made (the gradient layer). Start by getting out the Custom Shape Tool and finding the heart shape (or any other shape you think would look cool). Create a new layer and make a few white hearts on your canvas.As you can see in the above image, I also rotated a few of my heart shapes to make it look a little more interesting! Finish off with the hearts by adding a larger, pink-filled one in the background (behind your white shapes).
3. Halftone Effect: Now we want to add something really interesting on top of our hearts/shapes. Start by opening the Channels tab (window > channels) and creating a new channel (create a new channel by clicking the icon at the bottom of the palette). You might need/want to make a new layer before doing this channel business. Now to make an interesting effect out of these boring dobs — go to Filter > Pixelate > Color Halftone and use an appropriate setting (you’ll have to press OK and check if it’s good enough). Using 32 as your Max. Radius should be good enough. Now, holding ctrl down on your keyboard, click on the thumbnail for your new channel, this will select the pixels. Go back to your layers palette and select a new/blank layer. Fill your newly-made selection in the fresh layer with the very bright & colorful gradient that comes with Photoshop.
4. Image Adjustments: would probably have made more sense to do the image adjustments at the start of the tutorial, but now we know what our outcome is mostly going to look like, we can make some photo adjustments to our stock. The main thing I did was add a levels adjustment layer below our screen gradient layer (note: layer > new adjustment layer > levels).

BAGI-BAGI TIPS FOTOGRAFI



Summary by:supermaster
Ini salah satu tulisan yang bermanfaat dari saya. Mudah-mudahan pembaca mengerti dan bisa memperbaiki teknik fotografinya agar lebih baik lagi.

1. Penerangan yang fleksibel karena built in flash tidak dapat di gunakan pada semua situasi. Gunakan external flash, diffuser(membuat cahaya flash lebih lembut), lampu flash kedua sehingga cahaya seperti dalam studio.

2. Perluas pandangan dengan wide converter, panorama(foto objek dalam beberapa segmen dan satukan dalam PC)

3. Filter kamera agar dapat menghasilkan segalanya yang di inginkan dari sebuah jepretan. Gunakan filter polarizer(agar terhindar dari refleksi yang tidak di inginkan sehingga warna lebih cerah), filter UV(mengurangi efek kabut akibat pantulan sinar UV), filter gradual ND(untuk menyeimbangkan foto dengan latar belakang yang kontras)

4. Agar gambar foto lebih detail, anda bisa gunakan zoom extra pada kamera saku(digital zoom- namun kualitas gambar kurang), menambah teleconverter pada kamera saku dan maro converter untuk meningkatkan fungsi macro sehingga memperoleh foto gambar di mensi baru.

5. Gunakan LCD yang lebih baik agar foto dapat ekposure lebih baik di bawah sinar matahari. Alat itu antara lain: hood LCD(menampilkan kontras yang lebih baik di bawah sinar matahari), tube karton bekas tissue untuk menahan sinar matahari.

6. Filter kamera untuk menopang kamera jika ingin melakukan eksposure yang lebih lama dengan menggunakan berbagai macam tripod yaitu: ringan, mini dan monopod.

7. Filter kamera untuk foto outdoor minimal harus ada 2 orang atau lebih untuk mengerjakan pemotretan dengan menggunakan reflektor lipat ataupun manfaatkan dinding/kain berwarna putih yang di potret bersama dengan objek.

Selamat mencoba.
Bagi-BAGI TIPS FOTOGRAFI Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/1831793-bagi-bagi-tips-fotografi/

Rabu, 04 November 2009

Tips & Trik - Memotret Dengan Menggunakan Kamera Digital


Memotret dengan menggunakan kamera analog ataupun digital secara prinsip dan teknik fotografi tidak berbeda. Bedanya, dengan kamera analog ada penggantian film, sementara kamera digital tidak ada penggantian film tapi dengan sensor digital.

Namun kamera digital akhir-akhir ini lebih banyak disukai konsumen karena hasil akhirnya bisa langsung dilihat, dan diulang jika hasil fotonya kurang memuaskan. Bagaimana cara menghasilkan foto yang berkualitas lewat kamera digital? Simak beberapa tips berikut ini(belajar fotografi):

1. Atur kamera dengan mode ukuran gambar paling besar.

Keuntungan dari mode ini adalah memungkinkan Anda dapat mencetaknya dalam ukuran terbesar tanpa ancaman warna foto pecah. Selain itu Anda juga dapat memotong bagian yang tidak dikehendaki pada foto tersebut. Tidak ada gunanya jika Anda membeli kamera dengan resolusi 5, 6, atau 8 megapiksel, tapi Anda tetap memasang mode ukuran gambar standar, dan bukan maksimum.ikutilah kursus fotografi untuk mengetahui teknik fotografi lainya

2. Gunakan pengaturan kualitas dengan level maksimal.

Banyak gambar hasil kamera digital memakai format JPEG. JPEG menghasilkan gambar yang buruk jika dikompresi berlebihan. Agar gambar Anda tampak seperti aslinya, gunakan pengaturan kualitas dengan level maksimal.ikutilah kursus fotografi jika anda ingin belajar fotografi lebih jauh.

3. Pakai tipe gambar JPEG.

JPEG, meskipun bersifat lossy (kurang jelas), bisa jadi merupakan pilihan terbaik. Pasalnya, ketika Anda mengambil gambar dengan format JPEG, keuntungan yang diperoleh juga berlipat karena Anda bisa mengolahnya lagi dengan Adobe Photoshop.

Kamera SLR biasanya memberikan pilihan apakah Anda ingin menggunakan format JPEG, TIF atau Raw. TIF biasa digunakan untuk reproduksi grafis yang berbau seni, misalnya pada majalah dan koran. Sementara Raw, menyimpan apa adanya tanpa pemrosesan gambar lebih lanjut.

sebaiknya anda mengikuti kursus fotografi untuk mengetahui fotografi indonesia lebih dalam lagi.

4. Camkan bahwa Whitte Balance itu penting.

Untuk kebanyakan pengambilan gambar, dianjurkan agar dimulai dengan mode Auto white balance. Fungsinya agar kamera Anda bisa membaca pewarnaan dari cahaya yang ada disekitarnya dan secara otomatis mengatur dirinya sendiri untuk mengoptimalkan white balance.

Mode Daylight cocok untuk hari terang, sementara jika hari berawan, dianjurkan agar Anda memakai mode Cloudy. Untuk mengevaluasi pewarnaan dan pencahayaan, jangan lupa mengetesnya dengan mengambil satu atau dua gambar.

5. Jangan lupa mengatur "Low ISO Number" atau "Use Auto ISO".

Hasil gambar akan lebih jernih jika Anda menggunakan ISO rendah, namun sensitivitas kamera dalam menangkap cahaya menjadi lebih rendah. Sementara jika memakai ISO terlalu tinggi, seperti dilansir Dale laboratories, hanya akan menimbulkan noise pada gambar.

6. Optimalkan penggunaan Histogram.

Dengan menggunakan histogram Anda dapat melihat seberapa optimal sensitivitas sensor kamera dalam menangkap gambar.

7. Hindari menggunakan zoom secara digital.

Sebaiknya jangan menggunakan zoom secara digital karena hanya akan membuat kinerja chip yang mengatur tingkat resolusi (piksel) pada kamera menjadi boros. Coba gunakan zoom dari lensa saja, agar bisa menghemat penggunaan chip. Selain itu hasil bidikan, jika menggunakan zoom secara digital, tidak sebagus jika menggunakan zoom lensa.

8. Belilah kartu Memori berkualitas profesional.

Kecepatan rekam pengambilan gambar dengan memakai memori yang berkualitas tinggi dapat mengimbangi teknologi kamera Anda. Misalnya dengan kartu memori berkecepatan 40x, dapat merekam 3 dari 10 jepretan berturut-turut dalam 1 detik. Sementara dengan memori 4x, Anda hanya bisa merekam 1 gambar dalam 3 detik. Keuntungannya, dengan memori berkualitas tinggi Anda tidak perlu mengkhawatirkan terjadinya pergeseran warna dalam foto.

Rabu, 28 Oktober 2009

Tips Membuat Header Website atau Blog dengan Mudah

Bagi penyuka design web atau yang suka ngeblog mungkin tips ini bisa memberi sedikit manfaat. Kadang kita gak dapet ide untuk bikin Header untuk website atau blog kita..


Syaratnya :



  • Kita musti tau ukuran Header template blog kita, biasanya berkisar antara 720 - 760 px lebarnya.. untuk standar panjang nya 150 -200 px.

  • Kita harus tahu file Nama file header template blog kita ( biasanya header.jpg) , kalo yang sering utak atik blog pasti tau.. yang gak tau, belajar ngeblog dulu ya .. hehehe..

  • Kita juga musti tahu Text judulnya berada disisi mana, ini gunanya untuk menempatkan gambar supaya gak ketimpa sama Text.

  • Tau juga Tema blog nya apa ( misal : photography, computer, camera, celebrity, dll)

  • Kita juga harus tahu warna dasar blog nya biar nanti pas diberi header tidak Saltum ( salah kostum ) :)

  • Itu aja kayaknya syarat yang penting.


Kalo udah tau lebar blog nya… bikin dokumen baru sesuai lebar nya ..


header1


Tau tema website / blog, tujuannya untuk mencari gambar-gambar yang berkaitan dengan blog atau website nya.


saya biasa nyari gambar di Google Images ketikan keyword nya , misal photography > Enter .. deredettt.. banyak kan hasil search nya.. kita pilih beberapa gambar yang sesuai dengan selera kita.. misalkan saya udah pilih beberapa gambar yang berhubungan dengan photography.


header2


Buka salah satu gambar untuk diedit sebelum dimasukan ke dokumen header,


header3


Gunakan rectangle marquee tool untuk menyeleksi bagian sisi gambar, ini tujuannya untuk membuat batas putih di setiap sisi.


Klik Select > Inverse sehingga yang terseleksi sekarang adalah selain seleksi sebelumnya. Delete deh..


header4


Tekan CTRL+ D untuk menghilangkan seleksi..


Drag ( Klik + Tahan + tarik ) gambar camera tadi ke dalam dokumen header baru.


header5


Puter (rotate), modifikasi ukuran gambar ( resize) secara manual, sehingga keliatan menarik. Misalkan Text di template website / blog nya berada kiri, maka kita tempatin gambar nya di kanan.


Untuk pemberian efek, cukup dengan memberi bayangan alias pake DROP Shadow aja.


Klik 2x layer 1 atau klik kanan > blending Option,


header6


Klik Ok.


Untuk mempermudah pemberian efek yang sama untuk gambar yang lainnya, Klik kanan layer 1 > copy layer style


header7


Skarang ulangi langkah mengedit gambar, lalu drag ke dokumen header.


untuk pemberian efek, cukup klik kanan di gambar yang mau diberi efek > Paste layer style.


hasilnya nanti :


header8


Untuk pemberian warna background supaya sesuai tema, tinggal klik Layer background, warnai dengan Paint Bucket tool atau gradient tool


header9


Hasil akhir nya


header10


Kalo mau ditambah tulisan, silahkan tambahin sendiri. hehehe.


Save sesuai nama file header di template nya, misal : header.jpg ,


header11


Selesai… sekarang tinggal UPLOAD deh ke server website / blog nya.


Ini contoh website saya yang headernya pake photoshop : online-photography-school.blogspot.com


Selamat mencoba..



Artikel Tips Membuat Header Website atau Blog dengan Mudah ini dipersembahkan oleh Tutorial Photoshop Gratis. Kunjungi Wallpaper, Font, Desktop Theme Gratis Pokoknya Serba Gratis.

Selasa, 27 Oktober 2009

Tips Berburu Kamera Digital


Apapun jenis kameranya - digital maupun analog, kunci utama sebuah kamera terletak pada teknologi lensa, karena komponen itulah yang menjadi mata kamera dalam membidik atau menangkap obyek.
Dari sisi teknologi lensanya, kita memiliki tiga pilihan teknologi kamera digital secara gradual, yaitu kamera saku, kamera semi-SLR, dan kamera SLR.
SLR (single lens reflex), adalah teknologi lensa bergerak yang terpasang di antara lensa kamera dengan media penangkap obyek. Teknologi SLR memungkinkan kamera mencitrakan obyek bidikan seperti aslinya atau apa adanya.
Hanya dibekali lensa zoom, kamera saku tidak memiliki kemampuan untuk mencitrakan obyek bidikan seperti aslinya. Selain itu, kamera jenis ini lambat dalam imagecapture, yaitu proses membidik hingga menyimpan hasil bidikan tersebut.
Setingkat di atas kamera saku adalah kamera semi-SLR, yaitu kamera digital yang dilengkapi dengan lensa SLR. Ada dua perbedaan pokok dengan kamera digital yang benar-benar SLR, yaitu lensa dan viewfinder. Kamera semi-SLR hanya memiliki lensa tunggal yang terpatri di bodi kamera, sehingga tidak bisa berganti lensa seperti yang ada pada kamera SLR.
Teknologi viewfinder-nya juga berbeda meski sama-sama menggunakan lensa SLR untuk membidik, karena yang tampil di LCD layar kamera semi-SLR adalah pencitraan digital. Sementara pada kamera SLR, yang tampil di LCD merupakan hasil pencitraan optik.
Yang jelas, kamera SLR merupakan kamera digital paling berkelas karena memiliki aneka koleksi lensa SLR untuk berbagai keperluan yang berbeda. Harganya menjadi mahal karena sebagian besar komponen harganya berasal dari variasi lensa SLR yang bisa dibongkar pasang sesuai kebutuhan.
Mau memilih genre kamera digital yang mana, tentunya harus disesuaikan kebutuhan. Kalau sekadar untuk suasana yang fun dan rekreatif, tentunya pilihannya adalah kamera saku yang murah meriah. Kalau untuk kebutuhan profesional tentu saja pilihannya adalah kamera SLR.
Nah kalau ingin mengakomodasikan kedua kebutuhan itu, pilihannya adalah kamera semi-SLR yang sering juga disebut sebagai kamera prosumer, singkatan dari kata professional dan consumer.
Setelah menentukan pilihan genre kamera digitalnya, kini saatnya untuk memperhatikan pada aspek pendukung kamera digital, yaitu resolusi, optical zoom, flash, image capture, dan mediapenyimpan.

Resolusi

Ukurannya adalah piksel (pixel). Semakin tinggi pikselnya, maka resolusi gambar yang dihasilkan akan semakin berkualitas. Kalau hanya sekadar mencetak seukuran foto dan bukan untuk membuat gambar sebesar poster, kamera digital dengan resolusi 3 megapiksel sudah memadai.

Optical zoom

Zoom adalah kemampuan memperbesar atau memperkecil obyek bidikan. Pastikan bahwa kamera digital yang akan Anda beli memiliki kemampuan optical zoom, artinya dilengkapi dengan lensa zoom.

Maklum, perkembangan teknologi software memungkinkan sebuah kamera digital melakukan zoom tanpa melibatkan lensa zoom.

Sebaiknya abaikan konsep digital zoom ini. Jangan silau dengan iming-iming berbagai efek gambar, seperti panorama, foto berbingkai dan sebagainya. Semua efek digital itu bisa dilakukan melalui komputer.

Flash

Kehadiran lampu kilat hukumnya wajib, karena akan sangat membantu ketika Anda harus membidik obyek dalam suasana yang gelap.

Namun lebih dari itu, hendaknya Anda memilih flash dengan fitur yang sangat krusial, seperti red eyereduction untuk mengurangi efek mata merah dan night scene untuk pemotretan di malam hari.

Image capture

Pastikan bahwa kamera tersebut responsif dalam membidik hingga menyimpan hasil bidikan. Bukan tidak mungkin Anda menemukan kamera saku dengan image capture yang responsif.

Cobalah dihitung waktunya ketika Anda mengklik tombol shutter hingga bidikannya tersimpan oleh kamera. Kalau ternyata kemampuannya lelet --misalnya lebih dari 5 detik, sebaiknya jangan Anda pilih.